BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Konsep ERP adalah sebuah sistem yang mengintegrasikan proses setiap line
dalam manajemen perusahaan secara
transparasi dan memiliki akuntabilitas yang cukup tinggi. Untuk memasuki pasar internasional, ERP
merupakan salah satu yang menjadi pra-syarat
dasar bagi perusahaan.
Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang, dimana basis
perekonomiannya bertumpu di bidang bisnis, makaefisiensi menjadi salah satu
faktor yang cukup penting dalam setiap perusahaan. Pada kenyataann ya, masih
didapati banyak perusahaan berskala
besar yang masih kurang efisien contohnya saja dalam penerapan ERP yang merupakan salah satucara
untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Jika dilihat dari kondisi perusahaan- perusahaan
di Indonesia, banyak perusahaan besar yang belum cukup optimal dalam
mengintegrasikansetiap proses dalam perusahaan tersebut ke dalam suatu sistem
komputerisasi. Terlebih lagi pada perusahaan - perusahaan yang lebih kecil,
pengimplementasian ERP terasa sulit untuk diaplikas ikan bahkan pemikiran untuk menerapkan sistem yang
terintegrasi tersebut seolah - olah masih menjadi suatu hal yang baru.
1.2
Rumusan Masalah
Adapun rumusan Masalah dalam
penulisan ini yaitu :
- Apa yang dimaksud ERP ..?
- Apa Perbedaan OLTP dan OLAP..?
- Apa yang dimaksud Data Warehousing ..?
1.3
Tujuan Penulisan
Tujuan dari Penulisan Makalah ini yang
berjudul “Sistem Enterprise Resource Planning“ yaitu
1. Untuk
Mengetahui pengertian ERP
2. Untuk
Mengetahui Perbedaan OLTP dan OLAP
3. Untuk
Mengetahui Data Warehousing
BAB II
PEMBAHASAN
A. ENTERPRISE
RESOURCE PLANNING ( ERP) SYSTEMS
1. Pengertian
Enterprise
Resource Planning (ERP) merupakan paket peranti lunak, pemersatufungsi atau
sistem yang mengintegrasikan fungsi-fungsi (modul-modul) di dalamorganisasi,
baik dari segi transaksional maupun dalam rangka pengambilan keputusan.ERP
bertujuan untuk mengintegrasi berbagai proses utama suatu organisasi misalnya
entri pemesanan, produksi, hutang usaha, penggajian dan sumber daya
manusia.
2. Aplikasi
Inti ERP
Fungsionalitas ERP terdiri atas dua kelompok aplikasi
secara umum core application dan business analysis application :
Aplikasi inti (core application) yang disebut juga
aplikasi
1.
online
transaction processing (OLTP), merupakan aplikasi yang secara operasional
mendukung berbagaiaktivitas harian perusahaan. Jika aplikasi ini gagal,
demikian bisnis. Aplikasi intimeliputi (namun tidak terbatas pada) penjualan
dan distribusi, perencanaan bisnis, perencanaan produksi, pengendalian
pabrik dan logistik.
2.
Online Analytical
Processing-OLAP Sebuah ERP lebih dari sekedar sebuah elaborasi sistem
pemrosesan transaksi.Aplikasi ini merupakan tool pendukung keputusan bagi pihak
managemen denganmenyediakan informasi real-time sehingga memungkinkan bagi
manager menggunakan informasi untuk mengambil keputusan yang tepat waktu,
untuk meningkatkan kinerja dan mencapai keunggulan kompetitif. OLAP
meliputi;
1.
pendukung
keputusan,
2.
pemodelan,
3.
penarikan
informasi,
4.
laporan atau
analisis ad-hoc dan
5.
analisis
what-if .
3. Konfigurasi
Sistem ERP
1. Konfigurasi Server
Kebanyakan
sistem ERP berdasarkan client server model . Arsitektur ERP dasar terbagi
ke dalam dua kategori yaitu :
·
two tier model
(model dua tingkat), server memegang kendali atas dua
tugas yaituaplikasi dan database. Beberapa vendor ERP menggunakan pendekatan
ini untuk aplikasi Local Area Network (LAN) yang mana permintaan pada
server dibatasi pada populasi pengguna yang relatif kecil.2)
·
three tier model
(model tiga tingkat), yang terdiri atas lapisan
penyajian pada pengguna (tingkat 1), lapisan aplikasi (tingkat 2) dan
lapisan aplikasi basisdatabase (tingkat 3), dimana fungsi database dan aplikasi
dipisahkan.
B.
OLAP dan OLTP
1. Pengertian
·
OLAP (OnLine Analytical Processing)
Pengertian OLAP Suatu jenis prangkat lunak yang melakukan
pemrosesan untuk menganalisa data bervolume besar dari berbagai perspektif
(multidimensi). OLAP seringkali disebut analisis data multidimensi yang
berfungsi sebagai data analasis (select). Data multidimensi adalah data yang
dapat dimodelkan sebagai atribut dimensi dan atribut ukuran. Contoh atribut
dimensi adalah nama barang dan warna barang, sedangkan contoh atribut ukuran
adalah jumlah barang.
·
OLTP (Online Transaction Processing Systems)
OLTP
(On-line Transaction Processing) memiliki karakteristik dengan jumlah data yang
besar namun transaksi yang dilakukan cukup sederhana seperti insert,update, dan
delete. Hal utama yang menjadi perhatian dari sistem yang dilakukan OLTP adalah
melakukan query secara cepat, data mudah untuk diperbaiki dan dapat diakses
melalui komputer yang terhubung dalam jaringan. OLTP berorientasi pada proses
yang memproses suatu transaksi secara langsung melalui komputer yang terhubung
dalam jaringan. Seperti misalanya kasir pada sebuah super market yang
menggunakan mesin dalam proses transaksinya. OLTP mempunyai karakteristik
beberapa user dapat creating, updating, retrieving untuk setiap record data,
lagi pula OLTP sangat optimal untuk updating data.
2. Perbedaan
OLTP dan OLAP
·
OLTP (Online Transaction Processing)
fungsi aplikasi OLTP merupakan satu aplikasi yang
berguna untuk mendukung operasional perusahaan sehari-hari. Contohnya adalah
aplikasi untuk merekam pesanan konsumen, merekam pembelian, merekam proses
produksi, merekam penggajian karyawan dan lain sebagainya. Aktivitas pemrosesan
transaksi, biasanya hanya melibatkan beberapa record. Sebagai contoh, dalam
aplikasi untuk merekam pesanan konsumen, aplikasi akan mengakses data dari
tabel Konsumen, tabel Pesanan Konsumen, tabel Detail Pesanan, tabel Persediaan
dan tabel Karyawan. Setiap tabel memiliki kunci yang berguna untuk sarana
relasi antar tabel. Aplikasi pesanan konsumen, hanya akan menambahkan beberapa
baris baru dalam tabel Pesanan Konsumen dan tabel Detail Pesanan.
1.
desine database
-
Desain dalam OLTP bersifat Entity Relational
-
Database untuk mendukung OLTP adalah database yang
normal.
-
OLTP mengunakan data seperti :
a.
model ER untuk melihat transaksi sebagai proses model
yang tunggal
b.
desinormalisaionel untuk menjagaintegritas data.
OLTP menjadi bentuk yg lebih mudah untuk di ambildan
di analisis. rancangan OLTP mengharuskan perancangan logika tabel dan tipe
query secara bersama-sama agar tabel tersebut dapat terakses dengan
cepat.
2.
Berdasarkan sumber data Data Operasional, data OLTP adalah
data asli. Dalam OLTP datanya adalah hari ini, update setiap saat (datanya
dapat di-edit, di-ganti, atau di-hapus)
3.
Berdasarkan Tujuan datanya yaitu :
-
Untuk
mengendalikan
-
menjalankan tugas2 utama, Penggunaan OLTP digunakan
setiap saat.
4.
Berdasarkan Data apa yg di tampilkan Bisnis proses yg
berkelajutan.
5.
Query yg digunakan Simple Query.
6.
Kecepatan proses Pada dasarnya sangat cepat
7.
Space yg dibutuhkan Relativ kecil.
8.
Kemampuan OLTP
-
Data bisa saja disimpan pada beberapa platform
-
Data diorganisasikan berdasarkan fungsi atau operasi
seperti penjualan, produksi,dan pemrosesan pesanan
-
Pemrosesan bersifat berulang
-
User Melayani banyak pemakai operasional User. Dalam
OLTP, penggunanya adalah IT Proffesional. Jumlah Pengguna Untuk OLTP
penggunanya adalah puluhan.
-
Ukuran Database Ukuran database untuk OLTP sekitar
MB-GB. l. Access OLTP aksesnya bisa write, read dan lain-lain. Jumlah rekaman
yang di akses OLTP sekitar ratusan sampai ribuan.
-
Unit Pekerjaan OLTP pekerjaannya hanya sederhana
misalnya transaksi dalam swalayan. Seperti misalanya kasir pada sebuah super
market yang menggunakan mesin dalam proses transaksinya.
·
OLAP (OnLine Analytical Processing)
1.
Fungsi aplikasi OLAP digunakan untuk pengambilan
keputusan. Aplikasi OLAP berfungsi yaitu
-
untuk mengakses data yang besar (kalau perlu data
selama empat atau bahkan lima tahun).
-
untuk menganalisis hubungan antar data guna menemuka
ada tidak pola tertentu dalam data yang berguna
-
untuk pengambilan keputusan di masa yang akan datang.
Sebagai contoh, dengan menganalisis data di masa lalu,
aplikasi OLAP berhasil mengidentifikasi produk apa yang disukai di daerah
tertentu (ternyata ada perbedaan preferensi konsumen antar wilayah
pemasaran).
2.
Desine database yang digunakan untuk mendukung OLAP yaitu
:
-
database yang denormalisasi, De-normalized dengan
sedikit table
-
menggunakan star / showflake schemas.
olap menggunakan dimensional mode. perancangan dan
penerapan dimensional model dilakukan pada data warehouse untuk di ambil
dianalisis oleh olap. Dimensional model merupakan permodalan data yang terdiri
dari :
-
tabel dimensi merupakan tabel perlengkapan dari tabel
fact yg berisi penjelasan tekstuan dari bisnis.
-
tabel fact yg relasianya dapat di gambarkan pada star
scema, Skema Bintang (Star Skema) Skema ini seperti bentuk bintang, dimana
tabel fakta(fact) dipusatkan di tengah dimensi tabel, Tabel fakta memiliki
beberapa key yang merupakan kunci indek individual dalam tabel dimensi.
-
tabel flact merupakan tabel utama dalam dimensional
model yang berisi pengukuran nilai angka dari bisnis yang di simpan.
·
Keuntungan dari dimensional model ialah
-
memisahkan rancangan logika tabel dengan tipe query
yang di gunakan pengguna.
-
pengguna
dimensional model ialah kemudahan pengawasan terhadap penambahan data kemudian
penambahan kolom dan rancangan baru serta menagani pergantian kebutuhan
bisnis,
3.
Berdasarkan sumber data Data konsolidasi, data OLAP di
peroleh dari beberapa OLTP. datanya adalah
-
data sekarang
-
data hari ini yang berguna untuk melakukan analisis ke
depan.
4.
Berdasarkan Tujuan datanya yaitu
-
Untuk membantu dalam perencanaan,
-
memecahkan masalah
-
mendukung keputusan. Untuk mendukung keputusan harian
(operasional). biasanya OLAP digunakan seperlunya saja.
5.
Berdasarkan Data apa yg di tampilkan Menampilkan data
dari berbagai macam aktivitas bisnis. Berorientasi pada transaksi.
6.
Query yg digunakan Complex Queries.
7.
Kecepatan proses Tergantung dari data yg dilibatkan,
proses akan lebih cepat dengan menggunakan fungsi indexing.
8.
Space yg dibutuhkan Lebih besar, karena membutuhkan
lebih banyak indexing dibandingkan OLTP.
9.
Kemampuan OLAP Konsolidasi melibatkan pengelompokan
data.
Sebagai contoh kantor-kantor cabang dapat
dikelompokkan menurut kota atau bahkan propinsi. Transaksi penjualan dapat
ditinjau menurut tahun, triwulan, bulan, dan sebagainya. Kadangkala istilah
rollup digunakan untuk menyatakan konsolidasi User OLAP penggunanya adalah
Knowledge worker maksdunya penggunanya adalah seorang yang bertindak dalam
subyek tertentu, atau petinggi dalam suatu perusahaan. Jumlah Pengguna Untuk
OLAP penggunanya bisa sampai ratusan bahkan ribuan.
10. Ukuran
Database Ukuran database untuk OLAP bisa sampai GB- l. Access aksesnya OLAP
sering dibaca karena digunakan untuk analisa. Jumlah rekaman yang di akses OLAP
data yang diakses bisa sampai jutaan bahkan milyaran.
11. Unit
Pekerjaan Untuk OLAP query untuk menampilkan data sangat kompleks. yang
merupakan bagian dari Business Intelligencey yang berguna untuk menyediakan
laporan analisis, seperti :
-
penjualan,
-
marketing,
-
BPM (Business Process Management),
-
budgeting,
-
forecasting,
-
keuangan dan sebagainya. model multidimensi, yang
mengijinkan query analisis yang kompleks dengan kecepatan eksekusi yang tinggi.
C. Data Warehouse
1.
Pengertian
Data Warehouse menurut
beberapa ahli berikut
ini :
-
Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H., data warehouse
adalah koleksi data yang mempunyai sifat berorientasi
subjek,terintegrasi,time-variant, dan bersifat tetap dari koleksi data dalam
mendukung proses pengambilan keputusan management.
-
Menurut Vidette Poe, data warehouse merupakan
database yang bersifat analisis dan read only yang digunakan sebagai
fondasi dari sistem penunjang keputusan.
-
Menurut Paul Lane, data warehouse merupakan
database relasional yang didesain lebih kepada query dan analisa dari
pada proses transaksi, biasanya mengandung history data dari proses
transaksi dan bisa juga data dari sumber lainnya. Data warehouse
memisahkan beban kerja analisis dari beban kerja transaksi dan memungkinkan
organisasi menggabung/konsolidasi data dari berbagai macam sumber.
Jadi, data
warehouse merupakan metode dalam perancangan database, yang menunjang DSS (Decission
Support System) dan EIS (Executive Information System). Secara fisik data
warehouse adalah database, tapi perancangan data warehouse dan database
sangat berbeda. Dalam perancangan database tradisional menggunakan normalisasi,
sedangkan pada data warehouse normalisasi bukanlah cara yang terbaik.
Dari
definisi-definisi yang dijelaskan maka data warehouse adalah database yang saling
bereaksi yang dapat digunakan untuk query dan analisisis, bersifat orientasi
subjek, terintegrasi, time-variant,tidak berubah yang digunakan untuk membantu
para pengambil keputusan.
2. Istilah-istilah yang berhubungan dengan data warehouse
1.
Data Mart
Adalah suatu bagian pada data warehouse yang mendukung pembuatan laporan
dan analisa data pada suatu unit, bagian atau operasi pada suatu perusahaan.
2.
On-Line Analytical Processing(OLAP)
Merupakan suatu pemrosesan database yang menggunakan tabel fakta dan
dimensi untuk dapat menampilkan berbagai macam bentuk laporan, analisis, query
dari data yang berukuran besar.
3.
On-Line Transaction Processing(OLTP)
Merupakan suatu pemrosesan yang menyimpan data mengenai kegiatan
operasional transaksi sehari-hari.
4.
Dimension Table
Tabel yang berisikan kategori dengan ringkasan data detail yang dapat
dilaporkan. Seperti laporan laba pada tabel fakta dapat dilaporkan sebagai dimensi waktu(yang
berupa perbulan, perkwartal dan pertahun).
5.
Fact Table
Merupakan tabel yang umumnya mengandung angka dan data history dimana key
(kunci) yang dihasilkan sangat unik, karena key tersebut terdiri dari foreign
key(kunci asing) yang merupakan primary key (kunci utama) dari
beberapa dimension table yang berhubungan.
6.
DSS
Merupakan sistem yang menyediakan informasi kepada pengguna yang
menjelaskan bagaimana sistem ini dapat menganalisa situasi dan mendukung suatu
keputusan yang baik.
3. Karakteristik Data Warehouse
Karakteristik data warehouse menurut Inmon, yaitu :
1.
Subject Oriented (Berorientasi
subject)
Data warehouse berorientasi subject artinya data warehouse didesain
untuk menganalisa data berdasarkan subject-subject tertentu dalam organisasi,
bukan pada proses atau fungsi aplikasi tertentu. Secara garis besar perbedaan
antara data operasional dan data warehouse yaitu :
Data Operasional |
Data Warehouse |
Dirancang berorientasi hanya pada aplikasi dan fungsi tertentu
|
Dirancang berdasar pada subjek-subjek tertentu(utama)
|
Focusnya pada desain database dan proses
|
Focusnya pada pemodelan data dan desain data
|
Berisi rincian atau detail data
|
Berisi data-data history yang akan dipakai dalam proses analisis
|
Relasi antar table berdasar aturan terkini(selalu mengikuti rule(aturan)
terbaru)
|
Banyak aturan bisnis dapat tersaji antara tabel-tabel
|
2.
Integrated (Terintegrasi)
Data Warehouse dapat menyimpan data-data yang berasal dari
sumber-sumber yang terpisah kedalam suatu format yang konsisten dan saling
terintegrasi satu dengan lainnya. Dengan demikian data tidak bisa dipecah-pecah
karena data yang ada merupakan suatu kesatuan yang menunjang keseluruhan konsep
data warehouse itu sendiri.
Syarat integrasi sumber data dapat dipenuhi dengan berbagai cara sepeti
konsisten dalam penamaan variable, konsisten dalam ukuran variable,konsisten dalam struktur
pengkodean dan konsisten dalam atribut fisik dari data.
3.
Time-variant (Rentang
Waktu)
Seluruh data pada data warehouse dapat dikatakan akurat atau valid pada rentang
waktu tertentu. Untuk melihat interval waktu yang digunakan dalam mengukur
keakuratan suatu data warehouse, kita dapat menggunakan cara antara lain :
Ø Cara
yang paling sederhana adalah menyajikan data warehouse pada rentang waktu
tertentu, misalnya antara 5 sampai 10 tahun ke depan.
Ø Cara
yang kedua, dengan menggunakan variasi/perbedaan waktu yang disajikan dalam
data warehouse baik implicit maupun explicit secara explicit dengan unsur waktu
dalam hari, minggu, bulan dsb. Secara implicit misalnya pada saat data tersebut
diduplikasi pada setiap akhir bulan, atau per tiga bulan. Unsur waktu akan
tetap ada secara implisit didalam data tersebut.
Ø Cara
yang ketiga,variasi waktu yang disajikan data warehouse melalui serangkaian
snapshot yang panjang. Snapshot merupakan tampilan dari sebagian data tertentu
sesuai keinginan pemakai dari keseluruhan data yang ada bersifat read-only.
4.
Non-Volatile
Karakteristik keempat dari data warehouse adalah non-volatile,maksudnya
data pada data warehouse tidak di-update secara real time tetapi
di refresh dari sistem operasional secara reguler. Data yang baru
selalu ditambahkan sebagai suplemen bagi
database itu sendiri dari pada sebagai sebuah perubahan. Database tersebut
secara kontinyu menyerap data baru ini, kemudian secara incremental disatukan
dengan data sebelumnya.
Berbeda dengan database operasional yang dapat melakukan update,insert dan
delete terhadap data yang mengubah isi dari database sedangkan pada data
warehouse hanya ada dua kegiatan memanipulasi data yaitu loading data
(mengambil data) dan akses data (mengakses data warehouse seperti melakukan
query atau menampilan laporan yang dibutuhkan, tidak ada kegiatan updating
data).
4. Tugas-tugas Data warehouse
Ada empat tugas yang bisa dilakukan dengan adanya data warehouse ,Menurut
Williams,
keempat tugas tersebut yaitu:
a.
Pembuatan laporan
Pembuatan laporan merupakan salah satu kegunaan data warehouse yang paling
umum dilakukan. Dengan menggunakan query sederhana didapatkan laporan
perhari,perbulan, pertahun atau jangka waktu kapanpun yang diinginkan.
b.
On-Line Analytical Processing (OLAP)
Dengan adanya data warehouse,semua informasi baik detail
maupun hasil summary yang dibutuhkan dalam proses analisa mudah didapat.OLAP
mendayagunakan konsep data multi dimensi dan memungkinkan para pemakai
menganalisa data sampai mendetail, tanpa mengetikkan satupun perintah SQL. Hal
ini dimungkinkan karena pada konsep multi dimensi, maka data yang berupa fakta
yang sama bisa dilihat dengan menggunakan fungsi yang berbeda. Fasilitas lain
yang ada pada sofware OLAP adalah fasilitas rool-up dan drill-down. Drill-down
adalah kemampuan untuk melihat detail dari suatu informasi dan roll-up adalah
kebalikannya.
c.
Data mining
Data mining merupakan proses untuk menggali(mining)
pengetahuan dan informasi baru dari data yang berjumlah banyak pada data
warehouse, dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence),
statistik dan matematika. Data mining merupakan teknologi yang diharapkan dapat
menjembatani komunikasi antara data dan pemakainya.
Beberapa solusi yang diberikan data mining antara lain :
1.
Menebak target pasar
Data mining dapat mengelompokkan (clustering) model-model
pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pembeli dan melakukan
klasifikasi terhadap setiap pemebeli sesuai dengan karakteristik yang
diinginkan.
2.
Melihat pola beli dari waktu ke waktu
Data mining dapat digunakan untuk melihat pola beli dari
waktu ke waktu.
3.
cross-market analysis
Data mining dapat dimanfaatkan untuk melihat hubungan
antara satu produk dengan produk lainnya.
4.
Profil pelanggan
Data mining bisa membantu pengguna untuk melihat profil
pembeli sehingga dapat diketahui kelompok pembeli tertentu cenderung kepada suatu
produk apa saja.
5.
Informasi summary
Data mining dapat membuat laporan summary yang bersifat
multi dimensi dan dilengkapi dengan informasi statistik lainnya.
d.
Proses informasi executive
Data warehouse dapat
membuat ringkasan informasi yang penting dengan tujuan membuat keputusan
bisnis, tanpa harus menjelajahi keseluruhan data. Dengan menggunakan data
warehouse segala laporan telah diringkas dan dapat pula mengetahui segala
rinciannya secara lengkap, sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan. Informasi
dan data pada laporan data warehouse menjadi target informative bagi user.
5. Keuntungan Data Warehouse
Data warehouse
merupakan pendekatan untuk menyimpan data dimana sumber-sumber data yang
heterogen(yang biasanya tersebar pada beberapa database OLTP) dimigrasikan
untuk penyimpanan data yang homogen dan terpisah. Keuntungan yang didapatkan
dengan menggunakan data warehouse tersebut dibawah ini (Ramelho).
Ø Data
diorganisir dengan baik untuk query analisis dan sebagai bahan untuk
pemrosesan transaksi.
Ø Perbedaan
diantara struktur data yang heterogen pada beberapa sumber yang terpisah dapat
diatasi.
Ø Aturan
untuk transformasi data diterapkan untuk memvalidasi dan mengkonsolidasi data
apabila data dipindahkan dari database OLTP ke data warehouse.
Ø Masalah
keamanan dan kinerja bisa dipecahkan tanpa perlu mengubah sistem produksi.
Membangun data warehouse
tentu saja memberikan keuntungan lebih bagi suatu perusahaan, karena data
warehouse dapat memberikan keuntungan strategis pada perusahaan tersebut
melebihi pesaing-pesaing mereka. Keuntungan tersebut diperoleh dari beberapa
sumber (Sean Nolan,Tom Huguelet):
Ø Kemampuan
untuk mengakses data yang besar
Ø Kemampuan
untuk memiliki data yang konsistent
Ø Kemampuan
kinerja analisa yang cepat
Ø Mengetahui
adanya hasil yang berulang-ulang
Ø Menemukan
adanya celah pada business knowledge atau business process.
Ø Mengurangi
biaya administrasi
Ø Memberi
wewenang pada semua anggota dari perusaahan dengan menyediakan kepada mereka
informasi yang dibutuhkan agar kinerja bisa lebih efektif.
Penerapan awal dari arsitektur data warehouse dibuat berdasarkan konsep bahwa data warehouse mengambil data dari berbagai sumber dan memindahkannya ke dalam pusat
pengumpulan data yang besar. Konsep ini sebenarnya lebih cenderung kepada
sebuah lingkungan mainframe yang terpusat.
Keunggulan teknologi Client Server memungkinkan
data warehouse diterapkan dalam berbagai macam cara untuk
menampung kebutuhan pemakai sistem secara lebih proposional. Dalam suatu kasus,
misalkan saja pemakai tertentu perlu menggabungkan data dari sebuah sistem
pengumpulan data yang statis dengan data dari sistem operasional yang dinamis
hanya dengan sebuah query saja.
Berikut ini adalah tiga jenis dasar sistem Data Warehouse :
1. Functional Data Warehouse (Data Warehouse Fungsional)
Kata operasional disini merupakan database yang diperoleh
dari kegiatan sehari-hari. Data warehouse dibuat lebih dari satu dan
dikelompokkan berdasar fungsi-fungsi yang ada di dalam perusahaan seperti
fungsikeuangan(financial),marketing,personalia dan lain-lain
Keuntungan dari bentuk data warehouse seperti ini adalah, sistem mudah
dibangun dengan biaya relatif murah sedangkan kerugiannya adalah resiko
kehilangan konsistensi data dan terbatasnya kemampuan dalam pengumpulan data
bagi pengguna
2. Centralized Datawarehouse (Data Warehouse Terpusat)
Bentuk ini terlihat seperti bentuk data warehouse
fungsional, namun terlebih dahulu sumber data dikumpulkan dalam satu tempat
terpusat, kemudian data disebar ke dalam fungsinya masing-masing, sesuai
kebutuhan persuhaan. Data warehouse terpusat ini, biasa digunakan oleh
perusahaan yang belum memiliki jaringan eksternal.
Keuntungan dari bentuk ini adalah data benar-benar
terpadu karena konsistensinya yang tinggi sedang kerugiannya adalah biaya yang
mahal serta memerlukan waktu yang cukup lama untuk membangunnya.
3. Distributed Data Warehouse (Data Warehouse terdistribusi)
Pada data warehouse terdistribusi ini, digunakan gateway yang
berfungsi sebagai jembatan penghubung antara data warehouse dengan workstation
yang menggunakan sistem beraneka ragam. Dengan sistem terdistribusi seperti ini
memungkinkan perusahaan dapat mengakses sumber data yang berada diluar lokasi
perusahaan(eksternal).
Keuntungannya adalah data tetap konsisten karena sebelum
data digunakan data terlebih dahulu di sesuaikan atau mengalami proses
sinkronisasi. Sedangkan kerugiannya adalah lebih kompleks untuk diterapkan
karena sistem operasi dikelola secara terpisah juga biaya nya yang paling mahal
dibandingkan dengan dua bentuk data warehouse lainnya.
7. Arsitektur dan Infrastruktur Data Warehouse
· Arsitekur Data Warehouse
Menurut Poe, arsitektur adalah sekumpulan atau struktur
yang memberikan kerangka untuk keseluruhan rancangan suatu sistem atau produk. Ada arsitektur client-server,arsitektur
networking dan masih banyak
arsitektur lainnya. Arsitektur data menyediakan kerangka dengan
mengidentifikasikan dan memahami bagaimana data akan pindah melalui sistem dan
digunakan dalam perusahaan. Arsitektur data untuk data warehouse mempunyai
komponen utama yaitu read-only database.
Karakterisitik arsitektur data warehouse (Poe) :
1.
Data diambil dari sistem asal (sistem informasi yang
ada), database dan file.
2.
Data dari sistem asal diintegrasikan dan ditransformasi
sebelum disimpan ke dalam Database Management System (DBMS) seperti
Oracle,Ms SQL Server, Sybase dan masih banyak yang lainnya.
3.
Data warehouse merupakan sebuah database
terpisah bersifat hanya dapat dibaca
yang dibuat khusus untuk mendukung pengambilan keputusan
4.
Pemakai mengakses data warehouse melalui aplikasi front
end tool
Arsitektur dan komponen utama dari data warehouse dapat
dilihat pada gambar berikut ini :
a. Operational
Data
Sumber data dari data warehouse dapat diambil
langsung dari mainframe, basis data relasional seperti Oracle, Ms SQL
server dan sebagainya. Selain itu dapat melaluo Operational Data Source(ODS).
ODS menampung data yang diekstrak dari sistem utama atau sumber-sumber data
yang ada dan kemudian data hasil ekstrasi tersebut dibersihkan.
b.
Load manager
Load manager juga disebut sebagai komponen front-end yang bertugas melakukan seluruh operasi yang
berhubungan dengan ekstrasi dan me-load data ke warehouse.
c.
Warehouse Manager
Warehouse manager melakukan
seluruh operasi-operasi yang berhubungan dengan kegiatan manajemen data di
dalam warehouse. Operasi-operasi tersebut meliputi :
Ø Analisis
terhadap data untuk memastikan konsistensi
Ø Transformasi
dan penggabungan sumber data dari tempat penyimpanan sementara menjadi
tabel-tabel data warehouse.
Ø Penciptaan
indeks-indeks dan view berdasarkan tabel-tabel dasar
Ø Melakukan
denormalisasi dan agregasi jika diperlukan
Ø Backing-Up
dan mengarsipkan data
d.
Query manager
Query manager juga disebut komponen back-end,
melakukan operasi-operasi yang berhubungan dengan manajemen user
queries. Operasi-operasi yang dilakukan oleh komponen ini termasuk
mengarahkan query kepada tabel-tabel yang tepat dan menjadwalkan eksekusi
dari query tersebut.
e.
End-user Access Tools
Prinsip atau tujuan utama dari dibangunnya data
warehouse adalah untuk menyediakan informasi bisnis kepada user-user untuk dapat melakukan pengambilan keputusan
secara cepat dan tepat.User ini
berinteraksi dengan warehouse melalui end-user access tools. Data
warehouse harus secara efisien
mendukung secara khusus kebutuhan user serta secara rutin melakukan
analisis. Performa yang baik dapat dicapai dengan merencanakan dahulu
keperluan-keperluan untuk melakukan joins,summations dan laporan-laporan
per periode dengan end-users.
Berdasarkan
kategori yang dikemukakan oleh Berson dan Smith terdapat lima grup utama dari
tools tersebut, antara lain :
1. Reporting
and query tools
2.
Application development tools
3. Executive
information System (EIS) tools
4. Online
Analytical Processing (OLAP) tools
5. Data
mining tools
Arsitektur dan infrastruktur dari data warehouse sangat
erat hubungannya dan satu dengan lainnya saling berkaitan.
· Infrastruktur Data Warehouse
Infrastruktur data warehouse adalah software, hardware, pelatihan dan komponen-komponen lainnya yang memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan data warehouse(Poe).
Salah satu instrumen yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan data warehouse adalah pengidentifikasian arsitektur mana yang terbaik dan infrasruktur apa yang dibutuhkan. Arsitektur yang sama, mungkin memerlukan infrastruktur yang berbeda, tergantung pada lingkunan perusahaan ataupun organisasi.
8. Struktur Data Warehouse
Seperti yang kita lihat sebelumnya pada arsitektur data
warehouse, ada beberapa struktur yang spesifik terdapat pada bagian warehouse
manager. Bagian tersebut merupakan struktur data warehouse.
Menurut Poe, Vidette, data warehouse memiliki struktur
yang spesifik dan mempunyai perbedaan
dalam tingkatan detail data dan
umur data.
Komponen dari struktur data warehouse adalah:
Ø Current
detail data
Current detail data merupakan
data detil yang aktif saat ini,mencerminkan keadaan yang sedang berjalan dan
merupakan level terendah dalam data warehouse. Didalam area ini
warehouse menyimpan seluruh detail data yang terdapat pada skema basis data.
Jumlah data sangat besar sehingga memerlukan storage yang besar pula dan
dapat diakses secara cepat. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah kerumitan
untuk mengatur data menjadi meningkat dan biaya yang diperlukan menjadi mahal.
Berikut ini beberapa alasan mengapa current detail
data menjadi perhatian utama :
1.
Menggambarkan kejadian yang baru terjadi dan selalu
menjadi perhatian utama
2.
Sangat banyak jumlahnya dan disimpan pada tingkat
penyimpanan terendah.
3.
Hampir selalu disimpan dalam storage karena cepat
di akses tetapi mahal dan kompleks dalam
pengaturannya.
4.
Bisa digunakan dalam membuat rekapitulasi sehingga current
detail data harus akurat.
Ø Older
detail data
Data ini merupakan data historis dari current detail
data, dapat berupa hasil cadangan atau archive data yang disimpan dalam storage
terpisah. Karena bersifat back-up(cadangan), maka biasanya data
disimpan dalam storage alternatif seperti tape-desk.
Data ini biasanya memilki tingkat frekuensi akses yang
rendah. Penyusunan file atau directory dari data ini di susun berdasarkan
umur dari data yang bertujuan mempermudah untuk pencarian atau pengaksesan
kembali.
Ø Lighlty
summarized data
Data ini merupakan ringkasan atau rangkuman dari current
detail data. Data ini dirangkum berdasar periode atau dimensi lainnya
sesuai dengan kebutuhan.
Ringkasan dari current detail data belum bersifat total summary.Data-data
ini memiliki detil tingkatan yang lebih tinggi dan mendukung kebutuhan warehouse
pada tingkat departemen. Tingkatan data ini di sebut juga dengan data
mart. Akses terhadap data jenis ini banyak
digunakan untuk view suatu kondisi yang sedang atau sudah berjalan.
Ø Highly
summarized data
Data ini merupakan tingkat lanjutan dari Lightly
summarized data, merupakan hasil ringkasan yang bersifat totalitas, dapat
di akses misal untuk melakukan analisis perbandingan data berdasarkan urutan
waktu tertentu dan analisis menggunakan data multidimensi.
Ø Metadata
Metadata
bukan merupakan data hasil kegiatan seperti keempat jenis data diatas. Menurut
Poe, metadata adalah ‘data tentang data’ dan menyediakan informasi tentang
struktur data dan hubungan antara struktur data di dalam atau antara storage(tempat
penyimpanan data).
Metadata
berisikan data yang menyimpan proses perpindahan data meliputi database
structure,contents,detail data dan summary data, matrics,versioning, aging
criteria,versioning, transformation criteria. Metadata khusus dan memegang
peranan yang sangat penting dalam data
warehouse.
Metadata sendiri
mengandung :
Ø Struktur
data
Sebuah direktori yang membantu user untuk melakukan analisis Decission
Support System dalam pencarian letak/lokasi dalam data warehouse.
Ø Algoritma
Algoritma digunakan untuk summary data. Metadata sendiri merupakan panduan
untuk algoritma dalam melakukan pemrosesan summary data antara current
detail data dengan lightly summarized data dan antara lightly
summarized data dengan hightly summaried data.
Ø Mapping
Sebagai panduan pemetaan(mapping) data pada saat data di
transform/diubah dari lingkup operasional menjadi lingkup data warehouse.
9. Model untuk Data Warehouse
Berikut di bawah ini adalah penjelasan dari model untuk
data warehouse
Model Dimensional
Model dimensional merupakan rancangan logikal yang
bertujuan untuk menampilkan data dalam bentuk standar dan intuitif yang
memperbolehkan akses dengan performa yang tinggi.
Model dimensional menggunakan konsep model hubungan antar
entity (ER) dengan beberapa batasan yang penting. Setiap model dimensi terdiri
dari sebuah tabel dengan sebuah komposit primary key, disebut dengan table fakta, dan satu set
table yang lebih kecil disebut table dimensi. Setiap table dimensi memiliki
sebuah simple primary key yang
merespon tepat pada satu komponen primary key pada tabel fakta. Dengan
kata lain primary key pada table
fakta terdiri dari dua atau lebih foreign key. Struktur karakteristik
ini disebut dengan skema bintang atau join bintang.
Fitur terpenting dalam model dimensional ini adalah semua
natural keys diganti dengan kunci pengganti(surrogate keys). Maksudnya
yaitu setiap kali join antar table fakta dengan table dimensi selalu didasari
kunci pengganti. Kegunaan dari kunci pengganti adalah memperbolehkan data pada data
warehouse untuk memiliki beberapa kebebasan dalam penggunaan data, tidak
seperti halnya yang diproduksi oleh sistem OLTP.
Sebuah sistem OLTP memerlukan normalisasi untuk
mengurangi redudansi, validasi untuk input data, mendukung volume yang besar
dari transaksi yang bergerak sangat cepat. Model OLTP sering terlihat seperti
jaring laba-laba yang terdiri atas ratusan bahkan ribuan tabel sehingga sulit
untuk dimengerti.
Sebaliknya, dimension model yang sering digunakan pada data
warehouse adalah skema bintang atau snowflake yang mudah dimengerti
dan sesuai dengan kebutuhan bisnis, mendukung query sederhana dan menyediakan performa query yang
superior dengan meminimalisasi tabel-tabel join. Berikut contoh perbandingan
diagram antara model data OLTP dengan dimension table data warehouse :
III.6.2.1. Schema Bintang
Skema bintang merupakan struktuk logikal yang memiliki
tabel fakta yang terdiri atas data faktual ditengahnya, dan dikelilingi oleh
tabel-tabel dimensi yang berisi referensi data.
Jenis-jenis Skema Bintang
1.
Skema bintang sederhana
Dalam skema ini, setiap table harus memiliki primary
key yang terdiri dari satu kolom atau lebih.
Primary key dari table fakta terdiri dari
satu atau lebih foreign key.Foreign key merupakan primary key pada
table lain.
2.
Skema bintang dengan banyak table fakta
Skema bintang juga bisa terdiri dari satu atau lebih
table fakta. Dikarenakan karena table fakta tersebut ada banyak, misalnya
disamping penjualan terdapat table fakta forecasting dan result. Walaupun
terdapat lebih dari satu table fakta, mereka tetap menggunakan table dimensi
bersama-sama.
Adapun ketentuan dalam pembacaan skema bintang adalah :
Ø Bagian
yang ada di bawah judul tabel merupakan kolom-kolom tabel tersebut
Ø Primary
key dan Foreign key diberi kotak
Ø Primary
key diarsir sedang Foreign key yang bukan primary tidak
Ø Foreign
key yang berhubungan ditunjukkan dengan garis yang menghubungkan tabel.
Kolom yang bukan kunci disebut kolom data pada table fakta dan atribut pada
table dimensi
2.3 Snowflake Schema
Merupakan varian dari skema bintang dimana table-table
dimensi tidak terdapat data yang di denormalisasi. Dengan kata lain satu atau
lebih table dimensi tidak bergabung secara langsung kepada table fakta tapi
pada table dimensi lainnya. Sebagai
contoh, sebuah dimensi yang mendeskripsikan produk dapat dipisahkan menjadi
tiga table (snowflaked) seperti contoh dibawah ini :
III.6.2.4. Star atau Snowflake
Keduanya merupakan model-model dimensional, perbedaannya
terletak pada implementasi fisikal. Skema snowflake memberi kemudahan pada
perawatan dimensi, dikarenakan strukturnya yang lebih normalisasi. Sedangkan
skema bintang lebih efisien serta sederhana dalam membuat query dan mudah diakses secara langsung oleh pengguna.
Adapun starflake merupakan gabungan diantara keduanya.
Keuntungan menggunakan masing-masing model tersebut dalam data warehouse antara
lain :
Ø Efisien
dalam hal mengakses data
Ø Dapat
beradaptasi terhadap kebutuhan-kebutuhan user
Ø Bersifat
fleksibel terhadap perubahan yang terjadi khususnya perubahan yang mengarah
pada perkembangan
Ø Memiliki
kemampuan dalam memodelkan situasi bisnis secara umum
Ø Meskipun
skema yang dihasilkan sangat kompleks, tetapi pemrosesan query dapat
diperkirakan, hal ini dikarenakan pada level terendah, setiap table fakta harus
di query secara independen.
BAB III
Kesimpulan Dan Saran
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan ERP yaitu :
paket peranti lunak, pemersatu fungsi atau sistem yang mengintegrasikan fungsi-fungsi
(modul-modul) di dalamorganisasi, baik dari segi transaksional maupun dalam
rangka pengambilan keputusan.istilah – istilah yang
berhubungan dengan datawarehouse yaitu OLAP dan OLTP ,OLAP merupakan Suatu jenis prangkat lunak yang melakukan pemrosesan
untuk menganalisa data bervolume besar dari berbagai perspektif (multidimensi).dan OLTP (On-line Transaction Processing) memiliki
karakteristik dengan jumlah data yang besar namun transaksi yang dilakukan
cukup sederhana seperti insert,update, dan delete Data warehose merupakan koleksi data
yang mempunyai sifat berorientasi subjek,terintegrasi,time-variant, dan
bersifat tetap dari koleksi data dalam mendukung proses pengambilan keputusan
management.
3.2 Saran
ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan,
dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Semua orang dan bagian
yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan.
ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas, bukan
sebaliknya. Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing
perusahaan. Pelajari kesuksesan dan kegagalan implementasi ERP, jangan berusaha
membuat sendiri praktek implementasi ERP
silahkan klik link ini :
http://adf.ly/tNBFi
untuk Download Makalah Sistem Enterprise Resource Planning
http://adf.ly/tNBFi
untuk Download Makalah Sistem Enterprise Resource Planning
Tidak ada komentar:
Posting Komentar